Archive for the ‘Biological Information’ Category

Apakah Manusia Masih Berevolusi?

charles darwin

Manusia modern (Homo sapiens) masih terus berevolusi. Meski banyak yang meyakini bahwa seleksi alam telah berhenti karena kini hampir setiap orang hidup cukup lama untuk memiliki anak, penelitian baru dari Massachussets mengenai populasi membuktikan bahwa evolusi masih berlangsung.

Sebuah tim peneliti yang dipimpin ahli Biologi Evolusi Universitas Yale, Stephen Stearns, mendapati bahwa seleksi alam tak lagi didorong kemampuan survival, tetapi tergantung pada perbedaan kesuburan perempuan. “Variasi dari kesuksesan reproduksi masih ada di antara kita sehingga beberapa sifat yang berhubungan dengan kesuburan terus dibentuk oleh seleksi alam,” kata Stearns. Artinya, wanita dengan lebih banyak anak akan lebih mudah menurunkan sifat-sifat tertentu pada keturunannya.

Tim Stearns memeriksa statistik 2.238 wanita pasca-menopause yang berpartisipasi pada Penelitian Jantung Framingheart, yang mencatat sejarah medis 14.000 penduduk di Framingham sejak 1948. Para peneliti mencari hubungan antara karakteristik fisik wanita—termasuk tinggi, berat, tekanan darah, serta kadar kolesterol—dan jumlah keturunan mereka.

Mereka menemukan, wanita yang gemuk (bukan kegemukan) cenderung memiliki banyak anak. “Wanita dengan kadar lemak yang sedikit, tak berovulasi,” ujar Stearns. Hal sama juga terjadi pada wanita dengan tekanan darah dan kadar kolesterol yang rendah.
Continue reading

Udang Baru Tanpa Mata Ditemukan

Krustasea (udang-udangan) tanpa mata jenis baru ditemukan di goa bawah air terpanjang di dunia di Pulau Lanzarote yang masih wilayah Kepulauan Canary (kekuasaan Spanyol). Speleonectes atlantida, demikian nama hewan itu dinamai sesuai dengan tempat ditemukannya di Terowongan Atlantida, berukuran panjang 20 milimeter.

Makhluk aneh itu diduga termasuk kelompok udang purba yang dulu banyak berkeliaran di lautan Mesozoik lebih dari 200 juta tahun lalu. Makhluk tanpa tulang belakang itu termasuk ke kelompok krustasea unik yang disebut Remipedia. Jenis itu pertama kali diidentifikasi para ilmuwan tahun 1979.

Terdapat 22 jenis Remipedia yang sudah diketahui menghuni kegelapan perairan di goa-goa bawah air di seluruh dunia, mulai dari Bahama hingga barat Australia. ”Krustasea baru ini dilengkapi sengat tajam beracun yang berfungsi sebagai jarum injeksi,” ujar Stefan Koenemann dari Institute for Animal Ecology and Cell Biology University of Veterinary Medicine Hannover, Jerman.

sumber : http://www.kompas.com

Suara Kendaraan Ganggu Kehidupan Seks Katak

Bisingnya suara kendaraan ditengarai mengganggu aktivitas seks katak-katak yang hidup di sekitar perkotaan. Pasalnya, suara kendaraan itu mengaburkan panggilan cinta katak jantan pada betinanya.

Menurut para peneliti Australia, suara katak jantan adalah alat paling penting untuk menarik pasangannya untuk kawin. “Tapi suara bising kendaraan membuat panggilan itu tak terdengar dan mungkin menjadi penyebab mengapa populasi katak menurun,” ujar ekologis Universitas Melbourne, Kirsten Parris, Jumat (21/8).

Katak-katak jantan biasanya berlomba mengeluarkan suara terbaik mereka untuk menarik betina. Katak dengan suara paling “merdu” akan mendapatkan kesempatan kencan dengan katak betina.

“Biasanya katak-katak yang mampu menghasilkan suara yang nyaring dengan ketukan singkat atau panjang atau kombinasi keduanya, menjadi petunjuk bahwa dia sehat dan kuat. Pejantan-pejantan tangguh inilah yang akan dipilih,” lanjut Parris.

Continue reading