Archive for May, 2010

QR Code

QR code adalah sebuah kode matriks atau barcode 2 dimensi yang diciptakan perusahaan Jepang, Denso-Wave tahun 1994. Kata QR, kependekan dari quick response, sesuai tujuannya adalah untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan respons dengan cepat.

Kode ini amat populer di Jepang. Banyak perusahaan menggunakannya untuk aktivitas pemasaran dan promosi. Hampir semua jenis ponsel di Jepang dan Korea bisa membaca QR code. Kode ini mulai digunakan di berbagai media Eropa.

Tidak seperti barcode yang hanya satu sisinya saja yang mengandung data, QR Code mempunyai dua sisi yang berisi data, dan ini membuat QR Code lebih banyak memuat informasi dibandingkan bar code. QR Code misalnya, dapat menampung informasi berupa URL suatu website yang nantinya dapat digunakan pada majalah, iklan, atau media lainnya, sehingga ketika seorang pengguna handphone berkamera dan mempunyai aplikasi pembaca QR Code dapat langsung men-scan dan masuk ke website yang dimaksud tanpa perlu mengetikkan alamatnya. Kegunaan lain misalnya QR Code digunakan untuk menyimpan data teks mengenai informasi produk atau hal lain, SMS, atau informasi kontak yang mengandung nama, nomor telepon, dan alamat..

Kapasitas data untuk QR Code dibandingkan matriks kode yang lain dapat dikatakan cukup besar, yaitu dapat menampung 7.089 data numerik, 4.296 data alphanumerik, 2.953 data biner, atau 1.817 karakter kanji, dengan dukungan kecepatan pendekodean dan ukuran cetak yang kecil. Hasil cetakan QR Code dikatakan juga tahan terhadap kerusakan sampai dengan 30% agar tetap dapat dibaca. Selain itu, QR Code dapat dibaca dari segala arah dengan hasil yang sama sehingga meminimalkan kesalahan baca akibat salah poisisi QR Code.

Algoritma Sorting

Dalam matematika dan komputasi, algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.

Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.

Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi.

Sedangkan sorting adalah sebuah proses merangkai benda dalam urutan tertentu dan/atau dalam himpunan yang berbeda, dan oleh karena itu dia memiliki dua arti umum yang berbeda:

  1. pengurutan: merangkai benda yang sejenis, sekelas, dll, dalam urutan yang teratur.
  2. kategorisasi: pengelompokan dan pemberian label kepada benda dengan sifat yang serupa.

algoritma sorting terdiri dari beberapa algoritma seperti Bubble sort, Quick sort, Selection Sort, Insertion Sort, dan Merge Sort yang dimana setiap jenis sorting ini memiliki perbedaan satu sama lainnya. berikut ini merupakan pembahasan umum mengenai jenis-jenis atau algoritma sorting yang telah dijelaskan diatas :

Continue reading

Seminar Pendidikan Dan Keprofesian Arsitektur

Universitas Gunadarma dan Ikatan Arsitek Indonesia( IAI) akan menyelenggarakan Seminar Pendidikan Dan Keprofesian Arsitektur. Pada kesempatan ini juga akan diadakan 2 kegiatan lain yaitu: Penandatanganan Mou Ikatan Arsitek Indonesia – Universitas Gunadarma dan Pembekalan Sertifikasi :Waterfront Dwelling.

Acara akan dilaksanakan pada:

Waktu pelaksanaan : Sabtu, 22 Mei 2010
Pukul : 08.30.00 s/d 16.00
Lokasi : Auditorium Universitas Gunadarma Kampus D, Gedung 4 Lantai 6
Jl. Margonda Raya No. 100. Pondokcina Depok.

Dengan para pembicara sbb:

Sesi I: Seminar Pendidikan Dan Keprofesian

Pembicara 1 : Ir. Hendrajaya Ph.D, IAI (Arsitek Praktisi)
Materi : Tema : Tentang Kaitan Antara Dunia Pendidikan Dengan Dunia Praktisi
Pembicara 2 : Her Pramtama, IAI ( Ketua IAI Jakarta)
Materi : Tema : Tentang pentingnya menjadi anggota IAI, berikut tata cara/tata atur keanggotaan IAI, PPArs.
Moderator : Ir. Agus Dharma Tohjiwa, MT.

Sesi 2:Pembekalan Sertifikasi dengan materi Waterfront Dwelling

Pembicara 1 : Prasetyoadi, IAI ( PT. PDW )
Pembicara 2 : Ir. Sandy Rudiana (PT Pembangunan Jaya Ancol)
Pembicara 3 : Nanik Ophyir (Dinas Pariwisata DKI Jakarta)
Pembicara 4 : Dita Trisnawan, ST., M.Arch., STD.
(Penelitian Akademik Ttg Arsitektur Pesisir & Wisata Pesisir)
Moderator : Ir. Hendrajaya Ph.D, IAI

Pendaftaran dibuka Khusus untuk Mahasiswa dan Alumni Jurusan Teknik Arsitektur.
Pendaftaran melalui Sekretariat Jurusan Teknik Arsitektur

Kampus G Universitas Gunadarma
Gd. 3. Lt. 3
Prapatan Kelapa Dua Cimanggis Depok
Contact Person: Ibu Vero /Diana
Phone: 021-50496426 / 021-40073950

Ditemukan, Virus Facebook Pertama!

Facebook sering kali dihantam malware. Tapi, malware baru ini benar-benar luar biasa. Ia bisa menyebarkan dirinya melalui daftar kontak teman tanpa diketahui. Ribuan korban dilaporkan sudah terinfeksi olehnya.

Alfons Tanujaya, Senior Vaksinis dari Vaksin.com, mensinyalir ini adalah bentuk baru virus yang menyebar lewat aplikasi Facebook.

“Varian pertama menyebar dengan mengusung judul “Optical Illusion [HQ]” pada 2 Mei 2010 lalu di alamat http://apps.facebook.com/hghh_rtrt/. Karena telah dinonaktifkan oleh Facebook, muncul varian kedua yang lebih ganas dan sampai saat ini belum bisa dijinakkan,” jelas Alfons dalam rilisnya kepada InfoKomputer.com.

Varian kedua ini mulai disebarkan pada hari Sabtu (15/5) yang menampilkan tautan dinding dengan judul “[Nama Anda], this is without doubt the sexiest video ever :p :p :p”, disertai gambar bokong wanita yang sekilas terlihat seperti file video (lihat gambar di bawah). Jika tautan atau gambar tersebut diklik aplikasi jahat akan langsung menginstalasi dirinya tanpa konfirmasi.

Continue reading

Kompresi Data Dengan Algoritma LZW

LZW Data Compression

Untuk algoritma kompresi data dengan metode LZW dapat dijelaskan  bahwa, Algoritma LZW merupakan algoritma kompresi yang bersifat lossless dan menggunakan metode dictionary. Algoritma ini ditemukan oleh Lemple, Ziv, dan Welch pada tahun 1984.Secara umum algoritma kompresi LZW akan membentuk dictionary selama proses kompresinya belangsung kemudian setelah selesai maka dictionary tersebut tidak ikut disimpan dalam file yang telah terkompresi. Prisinp kompresi akan terjadi ketika besar bit untuk dictionary yang telah ditentukan menggantikan deretan karakter atau string yang terbentuk sedangkan dalam proses dekompresinya untuk memperoleh hasil yang sama dengan file sebelum dikompresi LZW akan membuat kembali dictionary selama proses dekompresinya berlangsung.

Sehingga dapat dijelaskan bahwa Prinsip umum kerja algoritma LZW adalah mengecek setiap karakter yang muncul kemudian menggabungkan dengan karakter selanjutnya menjadi sebuah string jika string baru tersebut tidak berada dalam dictionary atau belum diindekkan maka string baru tersebut akan diindekkan ke dalam dictionary. Dibawah merupakan pseudocode kompresi algoritma LZW.

a= NIL

while (ada inputan kemudian baca sebuah karakter x)

if (ax ada dalam kamus)

then a = ax

else

add ax to the dictionary

output indek untuk a

a = x

Continue reading